Direktur Senica Akui Manfaatkan Egy dan Witan untuk Hasilkan Cuan
Egy tampil bersama

NOBARTV NEWS – Kehadiran dan Sulaeman dimanfaatkan sebaik mungkin oleh klub , FK . Direktur klub mengaku kehadiran duo Timnas itu mampu membayar hutang yang selama ini diemban Senica.

Dalam sebuah wawancaranya di acara RTVS, Direktur klub bercerita tentang Egy dan Witan. Ia mengaku klub sangat memanfaatkan kehadiran dua pemain tersebut.

Balda menyebut fans Indonesia sangatlah loyal. Mereka sanggup membeli jersey dengan nomor punggung Egy atau Witan. Bahkan, lewat kanal youtube-nya, Senica sukses mendatangkan penonton dari Indonesia.

“Utang kami perlahan mulai berkurang. Kami sudah menyelesaikan sejumlah hal (hutang tunggakan),” ungkap Balda.

Kehadiran dua pemain Indonesia itu meningkatkan level klub dari segi marketing maupun media sosialnya. Dari Instagram hingga akun YouTube resmi klub. Semuanya dimanfaatkan untuk menjadi uang oleh Senica.

Dilansir dari Okezone, “Balda sendiri mengaku sangat senang karena kehadiran Egy dan Witan sangat membantu keuangan klub. Apalagi menurut laporan dari Sport Aktuality, FK Senica harus membayar utang mereka itu sebelum April .”

Pernyataan dari Balda sedikit menyinggung perasaan fans setia Timnas Indonesia. Meski kita sebetulnya tahu ia memanfaatkan hal tersebut, alangkah baiknya Balda tidak mengucapkannya di depan umum. Seolah-olah Egy dan Witan hanya alat marketing dan fans setianya adalah orang-orang yang dimanfaatkan.

“Kami telah merancang strategi untuk memonetisasi setiap posting-an. Itu bukanlah jumlah yang sedikit (hasil keuntungannya). Ada ratusan, bahkan hingga ribuan euro dalam sebulan,” jelas Balda.

Akhirnya, baru kembali muncul. Apakah kesempatan yang selalu diberikan pelatih pada Egy dan Witan adalah sebuah kesengajaan agar video tayangan mereka ditonton oleh fans Indonesia?

Jika benar, kita dan jutaan rakyat Indonesia lainnya tak ubahnya seperti alat. Dan alat adalah sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan bisa dibuang kapan saja.

Balda melanjutkan, “Sehingga hal itu membuat kami kini bisa membayar sebagiannya (hutang dari FK Senica). Kami menjual jersey ke Indonesia. Itu adalah satu bantuan untuk klub.”