Mochamad Iriawan

NOBARTV NEWS – PSSI kini kembali dihujat oleh netizen yang mencintai sepak bola , hujatan itu dikarenakan PSSI yang tidak mau menggubris undangan dari Turnamen padahal kompetisi tersebut diikuti oleh -negara hebat di penjuru dunia sebut saja seperti Prancis, Pantai Gading dan .

Awalnya netizen Indonesia menyerang akun resmi dari karena tidak mengajak untuk bertanding di kompetisi tersebut tahun ini, karena banyaknya serangan dari netizen Indonesia membuat akun resmi Turnamen Toulon mengkonfirmasi bahwa mereka sudah mencoba mengudang Timnas Indonesia namun tidak mendapatkan jawaban.

“Kami sangat senang andai Indonesia bisa ikut dalam turnamen edisi berikutnya dan kami telah mengundang mereka tetapi sayangnya federasi tidak memberikan tanggapan.” ucap akun sosial media Turnamen Toulon setelah dicecar pertanyaan dari netizen Indonesia.

Kemarahan netizen akhirnya mengarah ke PSSI, netizen merasa itu adalah kesempatan untuk para pemain muda mendapatkan jam terbang apalagi sebentar lagi akan ada di Indonesia.

Tentu bermain di U-20 membuat Timnas Indonesia akan bertemu lawan-lawan hebat dari penjuru dunia, dan akan sangat membantu apabila mereka mendapatkan pengalaman sebelumnya melawan timnas-timnas hebat oleh karena itu kemarahan netizen membludak ke PSSI yang dirasa cukup aneh karena tidak merespon undangan dari Turnamen Toulon.

Banyaknya hujatan yang diterima oleh PSSI membuat Mochamad Iriawan selaku ketua umum PSSI memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut.

Mochamad Iriawan menjelaskan bahwa Turnamen Toulon tidak masuk dalam naungan .

“Turnamen Toulon tidak berada dalam naungan FIFA atau individu asosiasi nasional. Oleh karena itu, turnamen ini dianggap sebagai turnamen tim muda paling bergengsi sebelum FIFA memperkenalkan Piala Dunia usia muda pada 1977,” tulis Iriawan.

“Terlepas dari pembentukan Piala Dunia U-20 dan Piala Dunia U-17, Turnamen Toulon tetap menjadi turnamen utama bagi timnas usia muda,” demikian jawaban dari pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.

Tentu amat disayangkan peluang untuk bisa bermain melawan negara-negara hebat di sia-siakan oleh PSSI selaku pengurus sepak bola Indonesia.