Bermain Jelek di Ansan Greeners, Posisi Asnawi Terancam dari Skuad Timnas Indonesia
Asnawi Mangkualam Bahar

NOBARTV NEWS – Bek sayap , Asnawi Mangkualam sedang mengalami masa-masa sulit bersama klubnya . Asnawi tidak mendapatkan kepercayaan dari sang – hingga dirinya dilempar untuk berlatih dengan pelapis.

Pelatih Ansan, dalam sebuah wawancaranya ingin mengubah posisi Asnawi Mangkualam dalam skuad Ansan. Ia ingin mantan pemain PSM Makassar itu bermain lebih ke depan.

Di satu sisi, Asnawi Mangkualam mengaku siap menjalani tugas tersebut.

Namun, ketika K2 League resmi bergulir, Asnawi jarang dimainkan. Ketika dimainkan pun, ia tidak memberikan dampak positif untuk tim. Bahkan, di satu laga penting Ansan, Asnawi melakukan kesalahan fatal. Akibat kesalahannya, tim lawan mampu memporak-porandakan lini sayap kanan Ansan.

Tak lama setelah itu (gol akibat kesalahan Asnawi), ia diganti. Usai pertandingan, pelatih Ansan menyebut Asnawi masih kesulitan untuk mengatur pola pernapasan. Sehingga, sang pelatih memutuskan untuk membuangnya ke tim ke-2 Ansan untuk berlatih pola pernapasan.

Hal ini menjadi tanda bahaya untuk Asnawi Mangkualam. Pasalnya, posisi bek kelahiran 4 Oktober 1999 rentan tergeser oleh dua pemain naturalisasi .

Apalagi, jika ia semakin jarang untuk diturunkan di level klub, maka Shin Tae-Yong tidak segan-segan untuk mencoret namanya. Selagi itu, dua calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia yakni dan tampil apik bersama klubnya.

Bukan tidak mungkin, di Kualifikasi Piala nanti, Asnawi tersingkir dari starting eleven yang biasa ia tempati. Terlebih dua bintang naturalisasi itu tampil reguler bersama klubnya masing-masing.

Sandy Walsh berada di posisi yang sama dengan Asnawi. Sedangkan Jordi Amat, meski terbiasa tampil sebagai bek tengah, ia juga pernah menempati posisi bek kanan.

Dengan demikian, Asnawi Mangkualam harus segera memperbaiki performanya. Sebab, tampil reguler bersama klub menjadi acuan setiap pelatih tim nasional untuk memanggil sang pemain. Jika itu tidak mampu disajikan Asnawi kepada Shin Tae-Yong, lalu buat apa pelatih asal Korea Selatan itu berani membayarnya?