Asisten Pelatih Indonesia Keluhkan Fisik Garuda Muda yang Menurutnya Lemah
Shin Tae-Yong ketika melatih di malam hari

NOBARTV NEWS – Asisten pelatih , Shin Sang-gyu menganggap fisik Garuda muda lemah. Hal itu diungkapkannya setelah melakukan latihan fisik sejak 2 lalu .

sudah berkumpul di sejak 2 Maret kemarin. Dijadwalkan, skuad muda itu akan berangkat menuju Korea Selatan guna melakukan hal yang sama. Namun, selama berkumpul di Jakarta, anak-anak masa depan Timnas Indonesia itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan latihan fisik.

Shin Tae-Yong sendiri sudah berangkat lebih dulu ke Korea Selatan. Ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan Timnas Indonesia U-19 selama melakukan pemusatan latihan di sana. Sedangkan dkk direncanakan terbang pada Kamis, 10 Maret kemarin.

Shin Tae-Yong dalam melatih Timnas Indonesia, dari kelompok umur hingga tim seniornya kerap mengeluhkan fisik Timnas Indonesia yang menurutnya lemah. Ia (Shin) lebih mempedulikan fisik daripada skill. Hal itu pernah memakan korban atas nama . Meski Spaso mahir dalam finishing, tapi karena fisiknya dianggap lemah oleh Shin Tae-Yong, ia (Spaso) pun gagal diikutsertakan dalam kejuaraan AFF tahun lalu.

Orang yang paling bertanggung jawab untuk urusan fisik Timnas Indonesia adalah asisten pelatih, Shin Sang-gyu. Sama-sama berasal dari Korea Selatan, Shin Tae-Yong dan Shin Sang-gyu bahu membahu untuk meningkatkan fisik Timnas Indonesia.

Menurut Shin Sang-gyu, fisik Timnas Indonesia U-19 sangat lemah.

“Hari ini latihannya weight training. Untuk fisik, pemain U-19 memang masih sangat kurang,” jelas Shin Sang-gyu.

Masih menurut Shin Sang-gyu, meski latihan fisik menjadi menu utama, ia tak lupa untuk memberikan tambahan mental untuk anak-anak muda Indonesia itu.

“Kami memang membuat program latihan fisik, tapi fokusnya bukan hanya fisik, ada tambahan yakni mental. Latihan fisik jadi fondasi penting. Main di lapangan, taktik permainan, juga sangat penting,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah kejuaraan tahun depan. Maka dari pada itu, untuk tampil maksimal di kandang sendiri, skuad muda Indonesia perlu latihan fisik serta mental.

Hampir dipastikan ajang bergengsi tersebut akan diintai oleh pencari bakat seluruh dunia. Jika anak-anak muda Indonesia mampu memberikan hasil terbaik, bukan tidak mungkin salah satu di antara mereka berhasil memikat klub besar Eropa.