Arhan Beberkan Alasannya Pilih Nomor Punggung 38 di Tokyo Verdy
Pratama dan sang agen, Bogdanovic

NOBARTV NEWS – Pratama Arhan dan telah melakukan konferensi pers dalam acara pelepasannya sebelum ia pergi ke kemarin (04/03). Bertempat di gedung PSSI, konferensi pers tersebut membahas banyak hal di antaranya alasan ia (Arhan) memilih untuk mengenakan jersey nomor punggung 38.

Sebelum konferensi pers dihelat, akun media sosial turut membagikan informasi tersebut. Dalam laman facebook-nya, Japan Professional Football League menulis keterangannya menggunakan tiga bahasa : Inggris, Jepang, dan bahasa .

Unggahan tersebut memantik beragam respon netizen. Mereka (netizen) memberikan 530 tanggapan, 23 komentar, dan 7 orang membagikannya.

Dalam konferensi pers tersebut, Arhan menjelaskan alasannya menggunakan nomor punggung 38. Jauh dari nomor urut yang biasa ia gunakan ketika masih berseragam PSIS Semarang atau di Indonesia.

“Nomor punggung sih tidak ada yang spesial. Memang saya mau nomor 11 dan 12 pun di sana sudah dipakai. Jadi 38, menurut saya itu nomor yang bagus juga,” ujar Arhan.

Karena keseriusannya untuk bergabung dengan klub Jepang tersebut, Arhan sempat menolak beberapa klub yang berminat padanya. Ia juga menjelaskan akan segera belajar bahasa Jepang agar mempermudah komunikasi dengan rekan setimnya. Arhan dikabarkan akan mengikuti les online belajar bahasa Jepang.

Arhan turut menanggapi kualitas sepak bola Jepang. Baginya, Jepang memiliki kualitas yang lebih unggul dibanding dengan lainnya. Ia pun sempat berdiskusi dengan Shin Tae-Yong sebelum memilih Jepang sebagai target petulangannya.

“Menurut saya Liga Jepang bagus, liga kan sudah menawarkan satu tahun lalu. Menurut saya Jepang termasuk yang terbaik di Asia. Jadi saya memutuskan memilih di sini, dan secara tim dan juga secara permainan mereka bagus,” jelas Arhan.

Agen Pratama Arhan, Dusan Bogdanovic menjelaskan jika Arhan diminati oleh banyak klub. Bahkan, Tokyo sudah memantau pemain asal Blora ini sejak Piala Menpora 2021 lalu.

“Sekitar satu tahun lalu, pas Piala Menpora 2021 saya kasih dokumentasi Arhan ke Tokyo Verdy, habis itu mereka cek semua data,” jelas Dusan.

Di Tokyo Verdy, Arhan diharapkan bisa beradaptasi dengan cepat. Serta tetap memiliki etos kerja dan disiplin tinggi. Sehingga nanti ia bisa menjadi role model untuk pemain muda Indonesia.