Dihujat Netizen Indonesia, Berikut Beberapa Fakta Merosotnya Timnas Indonesia!
Pemain Indonesia Putri ketika berebut bola dengan salah satu pemain Australia

NOBARTV NEWS Indonesia Putri harus menelan pil pahit pasca kekalahan dua kali secara beruntun dalam dua pertandingan B Piala 2022. Tak main-main, total 22 gol masuk ke gawang Timnas Indonesia Putri tanpa pernah mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Hal tersebut menjadi sorotan netizen sehingga berbagai macam bullyan serta hujatan mereka terima. Kapten Timnas Indonesia Putri, menjadi salah satu korban. Di twitter, kata ‘selebgram’ menjadi trending.

Kata selebgram sendiri merujuk pada profesi lain beberapa punggawa Timnas Indonesia Putri di sela kegiatannya sebagai seorang atlet. Dilansir dari pikiranrakyat.com, “Pemain-pemain Eropa vs selebgram fun football. There is just so much to fix here.” kata salah satu akun twitter @Azkaraf*** menyindir permainan Timnas Indonesia Putri tatkala menghadapi Australia.

Namum, sebetulnya mereka sangat tidak pantas mendapatkan hujatan serta bullyan tersebut. Mengapa? Berikut alasannya.

  1. Liga Indonesia untuk Putri Tidak Berjalan

Sejak dihantam penyebaran virus korona, berbagai macam aspek kehidupan kita sedikit tersendat. Begitupun dengan turnamen untuk putri. Berbeda dengan nasib Liga 1 Putra yang tetap berjalan, Liga 1 Putri justru terhenti bahkan , Yunus Nusi pada pertengahan tahun lalu mengatakan kalau Liga 1 untuk Putri ditiadakan. “Liga 1 putri ini memang tidak ada musim ini. Jadi, kami konsen ke Piala Pertiwi yang akan diselenggarakan oleh Asprov PSSI.” ujar Yunus.

  1. Tidak Ada Pemain Abroad ke Luar Negeri

Bermain di luar negeri merupakan salah satu impian terbesar bagi pesepakbola. Apalagi jika ia berhasil menembus skuad utama dan bermain secara reguler di sana. Hal itu bisa menjadi pelecut pesepakbola lainnya untuk mengasah kemampuan demi dilirik tim luar negeri. Secara, kualitas dan teknik di luar negeri tentu lebih baik dari liga domestik.

Hanya satu punggawa Timnas Putri Indonesia yang berhasil abroad ke luar negeri. Yakni Shalika Aurelia Viandrisa yang bermain untuk Roma Calcio Femminilie. Bek timnas itu menjadi satu-satunya pemain yang berhasil tembus skuad luar negeri dan sisanya hanya bermain di Liga 1 Putri bahkan ada yang tidak memiliki klub sama sekali.

  1. Liga Berjenjang Layaknya Tim Putra

Baru-baru ini, Indonesia dikalahkan Timnas Putri dengan skor 4 – 0. Meski bermain sedikit lebih berani, Indonesia tetap takluk dari Tim Negeri Gajah tersebut. Tidak mencolok seperti kekalahan awal, tapi patut diacungi jempol karena mereka sudah berani bermain tanpa beban tidak seperti pertandingan sebelumnya. Di sisi lain, Australia yang menjadi lawan pertama Indonesia pada babak grup sukses melumat Philipina dengan skor 4 – 0.

Untuk diketahui, Liga Thailand Putri bahkan memiliki kasta 1 dan 2 dan menggunakan sistem . Mirip seperti Liga Thailand untuk putra. Jadi, liga yang kompetitif dan federasi yang bagus turut andil dalam kesuksesan sebuah tim sepak bola. Dari sini bisa kita simpulkan Timnas Thailand Putri jauh lebih maju dari kita.

  1. Demam Panggung Hingga Foto Bareng Setelah Dilumat Habis-habisan

Pasca kalah telak dari Australia 18 – 0, Timnas Putri seharusnya merasa sedikit malu dengan hasil tersebut. Bahkan, netizen Indonesia merasa sangat marah dengan hasil tersebut. Tak ayal, mereka membully habis-habisan tim yang diasuh Rudy Eka Priyambada itu. Mereka (Timnas Indonesia Putri) justru berfoto dengan salah satu pemain Australia yang sukses melumatnya, yaitu Samantha Kerr. Samantha Kerr sendiri adalah pemain Timnas Australia Putri yang saat ini bermain di klub Inggris, CFCW atau Chelsea Football Club Woman. Timnas Indonesia Putri kalah sebelum bertanding karena merasa demam panggung, minder, dan mentalitas yang turun ketika melihat tim lawan yang diisi pemain bintang.

  1. Banyak Pemain Indonesia Tidak Fokus Pada Pekerjaannya

Akibat tidak adanya kompetisi resmi, banyak pemain Timnas Indonesia Putri yang memilih untuk menjadi selebgram seperti yang disebutkan di awal tadi. Di sela kegiatan sebagai atlet yang tak tentu arah kompetisi yang akan diikutinya, mereka menjadi selebgram di dunia maya. Padahal, itu tidak seharusnya mereka lakukan karena bukan bagian dari pekerjaan mereka. Dengan followers yang bejibun, para pemain timnas menjadi alat marketing yang pas untuk menjual produknya.

Kekalahan kemarin memang tidak sepenuhnya salah pemain kita. Ketiadaan kompetisi, federasi yang tidak merangkul pemain ketika pasang surut liga, adalah dua dari sekian alasan kenapa timnas kita sedang tidak baik-baik saja. Untuk diketahui, kehadiran Timnas Indonesia di Piala Asia 2022 ini pun tak lain karena Timnas Utara dan memilih mundur. Sehingga, Indonesia dan Singapura beradu sebanyak dua kali demi menentukan siapa yang akan lolos ke putaran Final Piala Asia 2022. Dengan bermodalkan kemenangan di dua laga menghadapi Singapura, Indonesia pun lolos dan terbang ke India.

Jadi, siapa yang salah? Bukan pemain, bukan netizen, tetapi satu : federasi kita!