Ronaldo Kwateh
dalam suatu sesi latihan

NOBARTV NEWS – Timnas tidak akan diisi oleh beberapa pemain bintangnya tatkala menghadapi FIFA Matchday kontra Timor Leste pada 27 dan 30 Januari mendatang. dan Witan Sulaeman yang semalam tampil membela FK Senica sejak menit pertama dipastikan tidak akan memperkuat Garuda Muda. Ditambah lagi dengan bek sayap Mangkualam Bahar yang beberapa hari lalu tiba di Korea Selatan guna memperpanjang masa baktinya dengan klub Liga 2 Korea Selatan, Ansan Greeners. Bek jangkung juga turut absen karena sedang membela klubnya . .

Garuda Muda masih sering mengandalkan duet Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri pada laga-laga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada laga leg kedua final Piala AFF 2020 kontra Thailand. Meski Indonesia gagal merengkuh gelar pertamanya, duet dua pemain yang sama-sama merumput di liga Eropa ini sukses menciptakan satu gol indah. Umpan Witan diselesaikan dengan sangat baik oleh Egy. Oleh sebab itu pula FK Senica meminjam Witan Sulaeman dari Lechia Gdansk agar kedua punggawa Timnas Indonesia itu kembali berduet dan menyajikan permainan terbaiknya.

Lalu, bagaimana Shin Tae-Yong menyikapi hal ini?

Shin Tae-Yong akhirnya memanggil empat nama untuk mengisi posisi penyerang. Menariknya, keempat pemain ini berasal dari generasi yang berbeda dan menariknya, semuanya penyerang ini bermain di liga lokal Indonesia atau . Keempat penyerang tersebut adalah Hanis Saghara, Dedik Setiawan, Ronaldo Kwateh, dan M. Rafli. Mereka semua berasal dari kelompok umur yang bervariasi dari U-19 hingga senior. Ini adalah bukti Shin Tae-Yong ingin membentuk skuad Indonesia yang lebih dalam dan kuat dari sebelumnya.

Dari keempat nama tersebut, netizen ramai membicarakan alasan Shin Tae-Yong memanggil Dedik Setiawan. Kontribusi pemain itu tidak cukup baik bagi klub maupun Timnas Indonesia. Pada Piala AFF tahun lalu, Dedik bahkan tidak menjaring satu gol pun ke gawang lawan. Hal itu menjadi atensi netizen sehingga mereka ramai-ramai mempertanyakannya. Namun Shin Tae-Yong memiliki alasan tersendiri di balik keputusannya memanggil Dedik. Dedik adalah tipikal pemain yang ngotot, hal itu menjadi alasan utama di balik pemanggilannya.

Penyerang Arema FC lainnya yang dipanggil Shin Tae-Yong yakni M. Rafli. Pada AFF tahun lalu, M. Rafli tidak diikutsertakan sehingga pemanggilannya kali ini harus menjadi pembuktian bagi dirinya agar mendapat satu posisi inti untuk Piala AFF U-23 Februari mendatang. Bisa jadi Dedik Setiawan terpinggirkan jika koleganya di Arema FC ini lebih subur darinya.

Hanis Saghara bukan tipikal penyerang ngotot ketika membawa bola. Namun kelihaiannya dalam menggiring bola menjadi nilai plus di mata Shin Tae-Yong. Jiwa pekerja kerasnya menjadi alasan di balik pemanggilannya. Meski tidak mendapat menit bermain yang banyak di klubnya, Shin Tae-Yong masih memberikannya kepercayaan seperti yang ia dapatkan pada Piala AFF 2020 kemarin.

Striker muda milik Ronaldo Kwateh menjadi buah bibir saat ini. Meski tergolong usia belia, Shin Tae-Yong memasukkan namanya dalam laga kontra Timor Leste nanti. Striker usia 17 tahun yang moncer dengan timnas usia belia tersebut diyakini mampu menyulitkan pertahanan lawan. Pemanggilannya untuk pertama kali ke Timnas senior harus dimanfaatkan olehnya sebaik mungkin. Bukan tidak mungkin dirinya malah menjadi tulang punggung bagi Timnas Indonesia di masa mendatang.