Liga 1 BRI
BRI

NOBARTV NEWS – 3 Pemain luar negeri yang sudah lama merasakan bermain di Liga 1 siap dinaturalisasi jika Indonesia membutuhkannya.

Bermain sangat baik di klub-klub Liga 1 membuat 3 pemain ini bertahan cukup lama di tim Indonesia, konsistensi dan kerja kerasnya membuat tim-tim yang ia bela mau menambah kontraknya lagi dan lagi.

Penasaran siapa saja mereka? berikut 3 pemainnya.

Makan Konate

“Kalau rezeki, saya pasti bisa menjadi WNI. Sebelumnya sudah pernah diproses,” kata Makan Konate saat hadir di Channel YouTube mantan pemain , Atep Rizal, yakni Atep TV.

“Timnas Indonesia memiliki banyak pemain muda berkualitas. Dua atau tiga tahun lagi mereka bisa solid dan kompak,” ujar gelandang 30 tahun tersebut.

Makan Konate di Liga 1 Indonesia memang sudah terkenal namanya, bermain dengan sangat apik membuat dirinya diperebutkan oleh tim-tim Liga 1.

Memulai karir bersama Persib Bandung, lalu ia bermain di Surabaya dan sempat mencicipi klub liga lain namun kini kembali ke Indonesia dengan membela Persija Jakarta.

“Saya hanya ingin mengatakan itu (dipanggil Timnas Indonesia) akan menjadi sebuah kehormatan bagi saya. Saya sudah sangat lama di Indonesia dan semuanya bisa saja mungkin,” kata Marko Simic, sebagaimana dikutip dari Channel YouTube OlahBola.

Marko Simic bertahan cukup lama di Liga 1 Indonesia, dirinya sejauh ini masih menjadi andalan Persija Jakarta.

Bersama Riko Simanjuntak, mereka menjadi duo mematikan bagi tim lawan, kecepatan Rico Simanjuntak dan insting mencetak gol Marko Simic menjadikan Persija Jakarta selalu masuk dalam jajaran tim-tim terbaik di Liga 1.

“Ada satu klub dari , Malaysia, dan yang menawari saya kontrak. Saya ingin naturalisasi menjadi warga negara Indonesia, ingin bantu Timnas. Saya senang ada di Indonesia,” kata Renan, dilansir Youtube resmi Madura United, Kamis 6 Januari 2022.

Renan Silva bertahan cukup lama di Liga Indonesia yaitu Liga 1, mengawali karir di sepak bola Indonesia bergabung dengan Persija Jakarta, Renan Silva hengkang ke Borneo lalu ke Bhayangkara dan kini ia menjadi pemain andalan Madura United.

Namun apakah Shin Tae-Yong membutuhkannya, mengingat di Piala saja pelatih berkebangsaan itu mengandalkan pemain-pemain muda dengan umur dibawah 25 tahun.