3 Pemain Bintang Timnas Curacao yang Main di Eropa, Siap Repotkan Skuad Garuda
Juninho Bacuna bermain untuk Birmingham FC

NOBARTV NEWS – Timnas Curacao menjadi salah satu tim yang akan menjadi lawan Indonesia di FIFA Matchday mendatang. Sebagaimana diketahui, Timnas Curacao diisi oleh full skuad abroad. Di antara nama-nama pemain abroad itu, terdapat tiga pemain berbahaya yang kini berkarir di Eropa. Siapa saja?

Selain Curacao, memilih dua tim asal Asia lainnya untuk menjadi calon tanding Timnas Indonesia. Dua tim tersebut adalah Timnas Hongkong dan India. Namun sejauh ini, belum memutuskan tim mana yang akan menjadi lawan Marc Klok dkk. Sebab, dari tiga tim tersebut, hanya dua yang akan terpilih sebagai lawan Indonesia.

Laga FIFA Matchday tersebut nantinya akan dihelat di Indonesia. Sehingga setiap tim yang terpilih dipastikan akan datang ke Indonesia. Curacao sendiri menjadi tim terjauh di antara nama-nama yang dipilih . Curacao terletak di benua Amerika Selatan. Berbeda halnya dengan Hongkong di Asia Timur dan India di Asia Selatan yang secara jarak masih lebih dekat dengan Indonesia.

Terlepas dari tim mana yang akan terpilih menjadi lawan Indonesia, menarik untuk mengupas skuad Curacao yang diisi oleh full skuad abroad. Tak satupun pemain Timnas Curacao yang berkarir di dalam negeri. Bahkan, untuk pemain cadangan pun, sang pelatih, Art Langeler selalu mengandalkan nama-nama pemain yang berkarir di luar negeri.

Berita Terkait:  Piala AFF U-16 : Lagi dan Lagi, Garuda Muda Segrup dengan Timnas Vietnam

Berikut 3 pemain Timnas Curacao yang patut diwaspadai oleh skuad Timnas Indonesia.

1. Juriën Gaari

Juriën Gaari tercatat sebagai salah satu bek senior milik RKC . Sejak muda, Juriën Gaari selalu bermain di luar Curacao tepatnya di negeri kincir angin, Belanda. RKC menjadi tim ketiga yang pernah ia bela.

Sebelumnya, Juriën Gaari pernah membela tim muda Excelsior Rotterdam U19 lalu pindah ke Smitshoek pada tahun 2012. Bermain selama 1 musim untuk Smitshoek, ia hijrah ke klub Belanda lainnya Kozakken Boys.

Musim 2018/2018, Juriën menuju RKC Waalwijk yang dibelanya hingga saat ini.

Bermain sebagai bek kanan, Juriën telah menjalani debutnya dengan Timnas Curacao pada tahun 2016 lalu. Ia berhasil melesakkan 1 gol dari 25 pertandingan yang sudah dilakoninya.

2. Kenji Gorré

Berposisi sebagai winger, Kenji menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan skuad Timnas Indonesia. Ia tercatat telah membela banyak klub-klub Eropa.

Hal menarik dari Kenji adalah ia merupakan pemain didikan akademi dua klub tersohor di Inggris yakni Manchester United dan Manchester City. Pada tahun 2011, Kenji merupakan bagian dari skuad Manchester United U-18.

Namun sayang, Kenji sempat tidak memiliki klub selama satu tahun usai dilepas Manchester United U-18. Akan tetapi, sejak saat itu, Kenji justru malang melintang di klub-klub Eropa. lah yang akhirnya mengamankan jasa sang pemain usai dilepas klub muda Setan Merah.

Berita Terkait:  Terungkap! Berikut Alasan Media Vietnam Kerapkali Memberitakan Timnas Indonesia

Tercatat, Kenji pernah membela 6 klub berbeda. Dari tanah Inggris hingga Portugal. Selain , Kenji pernah membela ADO Den Haag di Liga Belanda, Northampton di , dan membela 3 klub berbeda di Liga Portugal. Nacional, Praia, dan Boavista merupakan tiga klub asal Portugal itu.

Boavista menjadi klub yang dibelanya sejak 22 Juli 2021 dan masih bertahan hingga saat ini.

3. Juninho Bacuna

Saat ini, Juninho bermain di kasta kedua (Championship) bersama Birmingham City. Birmingham merupakan klub baru Juninho yang dibelanya sejak awal tahun ini.

Sebelumnya, Juninho bermain untuk klub asal Skotlandia, Rangers. Ia sempat bermain untuk klub Huddersfield pada tahun 2018. Namun karir mudanya lebih banyak ia habiskan di negeri kincir angin Belanda, dengan FC Groningen.

Juninho mengawali karir sepak bolanya di klub yang pernah diperkuat oleh mantan legenda hidup , Arjen Robben.

Bermain sebagai gelandang tengah dan memiliki postur tubuh yang ideal, skuad Garuda wajib mewaspadai pergerakan berbahaya dari pemain ini. Pengalaman Juninho bermain di kompetisi terbaik di Benua Eropa membuatnya menjadi andalan sang pelatih – dan tentunya menjadi momok yang menakutkan bagi Timnas Indonesia.