3 Alasan Indonesia Lebih Cocok Gabung CAFA daripada EAFF
Indonesia

NOBARTV NEWS – Saat ini, PSSI mengaku akan melakukan rapat lanjutan terkait rencana untuk pindah federasi. Indonesia sebetulnya memiliki peluang untuk pindah ke berbagai federasi lain selama masih dalam zona Asia. Jika memperhitungkan untung dan rugi, maka CAFA merupakan federasi yang paling cocok dengan Indonesia.

“Jadi setelah ini kita akan diskusikan dengan anggota untuk membahas untung ruginya kita keluar atau tidak dari . Setelah itu baru kita putuskan,” terang Sekjen PSSI, Yunus Nusi beberapa waktu lalu.

“Beri kami waktu dulu. Setelah semua clear, pada waktunya kita akan sampaikan kepada publik,” ujarnya menambahkan.

CAFA adalah sub-konfederasi dari AFC. CAFA sama halnya dengan maupun EAFF yang berada di bawah naungan AFC. Sesuai namanya, CAFA merupakan federasi sepakbola Asia Tengah. Menariknya, federasi ini tidak diisi oleh banyak tim seperti yang memiliki anggota hingga 11 . CAFA justru hanya beberapa saja. Akan tetapi, meski diisi oleh beberapa tim saja, CAFA menjadi federasi yang paling cocok untuk disinggahi PSSI.

Berita Terkait:  Alasan di Balik Hilangnya Nama Asnawi pada Laga Ansan vs Busan IPark

Berikut tiga keuntungan bagi Indonesia jika bergabung dengan CAFA.

1. Memiliki Ekosistem Sepakbola yang Mirip dengan AFF

Sama halnya dengan AFF yang rutin menyelenggarakan event antar pemain muda, CAFA pun demikian. Federasi yang diisi oleh tim kuat seperti Iran hingga Uzbekistan ini juga rutin mengadakan event untuk tim nasional kelompok umur.

Dengan demikian, PSSI tidak perlu khawatir karena para bibit mudanya akan tetap mendapatkan laga internasionalnya.

2. Diisi oleh Tim Kuat

Bukan hanya EAFF saja yang memiliki tim kuat di dalamnya (Jepang dan Korea Selatan). CAFA pun memiliki tim raksasa Asia di dalamnya. Sebut saja Timnas Iran. Saat ini, Iran berada di peringkat ke-23 dunia. Sehingga kesempatan Indonesia untuk menjajal tim kuat tidak mesti pindah ke EAFF saja.

Tim kuat lain yang juga tergabung dalam Federasi Sepakbola Asia Tengah adalah Uzbekistan (77), Kirgiztan (95), (108) dan lainnya. Untuk diketahui, Timnas Indonesia masih jauh di bawah keempat tim tersebut.

Berita Terkait:  Brylian Aldama Bantah Dirinya Dilepas HNK Rijeka

3. Meningkatkan Kualitas Sepak Bola Indonesia

Semakin sering melawan tim kuat, maka semakin terasah pula kemampuan suatu tim. Hal inilah yang sebaiknya menjadi pertimbangan PSSI untuk pindah ke CAFA.

Sebab selama berada di Asia Tenggara, Timnas Indonesia hanya akan berpeluang melawan tim yang tak jauh berbeda dengan kualitas sepak bola Indonesia. Sebut saja , Timor-Leste, hingga .

Hanya Vietnam dan Thailand lah yang menjadi momok menakutkan bagi Indonesia. Selain itu, semuanya sama.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa CAFA tidak menyelenggarakan event untuk tim seniornya seperti Piala AFF 2020 kemarin. Akan tetapi, justru hal itulah yang bisa menguntungkan Timnas Indonesia sebab Garuda tidak akan disibukkan dengan agenda tidak penting – yang tak masuk dalam kalender resmi FIFA.

PSSI hanya perlu fokus membina pemain mudanya sebab CAFA telah menyediakan turnamen lengkap untuk para pemain muda. Untuk tim senior, Indonesia bisa memanfaatkan momen FIFA Matchday sebagai ajang pembuktiannya.