NOBARTV NEWS – Flashback Piala Dunia kali ini akan mengangkat cerita tentang 3 gol kontroversial yang terjadi pada gelaran piala dunia. Gol-gol tersebut tercipta melalui aksi atau alur yang tidak seharusnya dan ketika dilihat dalam tayangan ulang jelas gol tersebut harusnya tak boleh di sahkan.

Flashback Piala Dunia: 3 Gol Kontroversial Yang Sulit Dilupakan Dalam Gelaran Piala Dunia
Gol Tangan Tuhan Maradona

Namun nyatanya meskipun berbau kontroversi, gol tersebut tak dianulir dan yang pasti membekas dalam ingatan jutaan penggemar serta tak sedikit yang masih ramai diperbincangkan hingga kini.

Sepanjang pergelarannya, Piala Dunia telah menghadirkan sejumlah gol kontroversial yang tak hanya mampu mengubah jalannya sebuah pertandingan, tapi bahkan seluruh turnamen. Akibatnya, baik maupun pencetak gol terkadang sama-sama menghadapi kritikan karena tak sedikit yang menganggap gol-gol itu sebagai noda hitam dalam .

Untuk menyegarkan ingatan Anda, kami telah merangkum tiga gol kontroversial yang memicu perdebatan abadi sepanjang turnamen Piala Dunia digelar.

Gol Tangan Tuhan Diego Maradona (1986)

Gol Tangan Tuhan barangkali menjadi gol yang paling banyak dibicarakan dalam . Gol penuh kontroversi itu dicetak Maradona ke gawang Inggris pada laga perempat final Piala Dunia 1986 yang digelar di . Bagaimana tidak, gol itu tak hanya sontak meledakkan tangisan histeris para fans Tim Tiga Singa, lebih dari itu publik sepak bola pun mempertanyakan sportivitas Maradona sebagai seorang atlet.

Kala itu, Maradona yang sebelumnya menggiring bola melewati beberapa pemain Inggris mengoper bola ke arah rekan setimnya Jorge Valdano dan berlari ke kotak penalti Inggris. Namun, bola yang sempat mengenai kaki Valdano itu lantas diantisipasi dengan liar oleh pemain belakang Inggris yang justru melambungkannya ke arah gawang sendiri.

Maradona melompat seolah hendak melakukan sundulan, namun bola malah mengenai tangannya melewati kiper Peter Shilton yang saat itu keluar dari sarangnya untuk melakukan penyelamatan. Sentuhan tangan Tuhan itu pun berbuah gol pertama bagi Argentina yang kemudian memenangkan laga itu dengan skor 2-1.

Berita Terkait:  Flashback Piala Dunia: Cerita Ahn Jung-hwan Jadi Pahlawan Korsel, Berujung Dipecat Akibat Singkirkan Italia

Gol yang disambut protes keras para pemain Inggris itu pun tetap disahkan oleh Ali Bin Nasser asal Tunisia. Sementara itu. sebagaimana dikutip dari worldsoccershop.com, dalam pernyataannya kepada media seusai pertandingan, legenda sepak bola Argentina yang meninggal pada usia ke-60 dua tahun silam itu mengatakan “un poco con la cabeza de Maradona y otro poco con la mano de Dios,” yang berarti “sedikit sentuhan kepala Maradona dan sedikit sentuhan tangan Tuhan.”

Gol Hantu Frank Lampard (2010)

Gol berbau kontroversi yang memicu perdebatan sengit selanjutnya adalah gol Frank Lampard di babak 16 besar Piala Dunia Afsel 2010 yang mempertemukan Inggris dengan . Pada menit ke-39 laga babak pertama, Tim Tiga singa yang kala itu tertinggal 1-2 sesaat sempat bernapas lega manakala tembakan keras Lampard membentur bagian bawah mistar gawang kemudian memantul ke tanah di dalam garis gawang yang dijaga Manuel Neuer itu.

Namun nahas bagi Lampard yang sempat berselebrasi karena Jorge Larriando menganulir gol tersebut. Keputusan asal Uruguay itu sangat memengaruhi performa kesebelasan Inggris di sisa pertandingan dan tentu saja membuat kecewa jutaan penggemarnya. Langkah Inggris di Piala Dunia Afsel pun terhenti di babak knocked-out setelah kalah 2-4 dari Der Panzer.

Sementara insiden dianulirnya gol Lampard terus menjadi perdebatan di kalangan pemain, pengamat, dan penggemar sepak bola di dunia karena publik meyakini itu adalah gol yang sah, ditambah dengan tayangan ulang yang jelas-jelas memperlihatkan sebuah gol.

Namun satu wasit dan dua hakim garis yang merupakan satu-satunya pihak berwenang dan berkuasa untuk menilainya di lapangan hijau meyakini hal lain. Ditambah lagi dengan belum adanya teknologi untuk mengecek ulang kesalahan wasit ketika itu.

Insiden gol hantu Lampard sebenarnya bukan kejadian pertama di ajang Piala Dunia. Jauh sebelum itu, tercatat ada legenda Inggris lainnya, yaitu Geoff Hurst yang satu dari tiga golnya saat Tim Tiga Singa melawan Jerman Barat pada partai final Piala Dunia Inggris 1966 berbau kontroversi.

Berita Terkait:  Resmi! Sadio Mane Jadi Pemain Terbaik Afrika, Gelar Piala Dunia Jadi Target Berikutnya

Kala itu kedua tim harus memainkan babak perpanjangan waktu dan pada menit ke-103, Hurst melesatkan tendangan jarak dekat di muka gawang Jerman Barat. Tendangan itu mengakibatkan bola pantul setelah sebelumnya membentur mistar gawang, dan kemudian ditepis oleh pemain belakang Jerman Barat.

Namun, insiden itu dinyatakan sebagai sebuah gol yang sah sesaat setelah wasit Gottfried Diens berdiskusi dengan hakim garis. Gol hantu Hurst menyisakan kekecewaan besar bagi Timnas Jerman Barat dan perdebatan sengit di antara banyak pihak.

Gol Karim Benzema vs Teknologi Garis Gawang (2014)

Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil adalah gelaran Piala Dunia pertama dalam sejarah yang mengaplikasikan penggunaan teknologi garis gawang yang diklaim mampu mendeteksi setiap gol yang tercipta secara akurat. Sistem teknologi itu dirancang secara cermat guna menghindarkan wasit dari keputusan-keputusan berbau kontroversial seperti yang terjadi pada gol Frank Lampard di Piala Dunia 2014.

Laga pembuka penyisihan E yang mempertemukan Prancis dan Honduras menjadi pertandingan Piala Dunia pertama yang memanfaatkan teknologi garis gawang ketika wasit harus mengonfirmasi tendangan setengah voli ke gawang Los Catrachos (julukan Timnas Honduras).

Kala itu, striker andalan Tim Ayam Jago itu melepaskan tendangan dari bagian bawah mistar gawang dan bola pun memantul tepat di mengenai garis gawang dan melewati kiper Noel Valladares yang berusaha melakukan penyelamatan.

Wasit asal Brasil Sandro Ricci mengonfirmasi gol tersebut melalui teknologi garis gawang. Wasit pun memastikan bahwa itu memang merupakan sebuah gol. Namun gol yang dimaksud adalah gol bunuh diri kiper Valladares, bukan gol . Hat-trick Benzema pun “digagalkan” teknologi garis gawang.

Gol itu menjadi perbincangan hangat di tengah publik dan menjadi berita hangat di media-media karena itu adalah pertama kalinya teknologi garis gawang digunakan di Piala Dunia.