FIFA Siap Gunakan Teknologi AI Untuk Redam Diskriminasi di Linimasa Selama Piala Dunia 2022
FIFA Siap Gunakan Teknologi AI Untuk Redam Diskriminasi.

NOBARTV NEWS – Makin berkembangnya dunia teknologi membuat Putaran Piala Dunia 2022 penuh dengan berbagai kejutan, sebelumnya FIFA sempat mengajukan penggunaan robot Linesman dalam pertandingan-pertandingan di putaran Piala Dunia mendatang.

Menurut FIFA bantuan robot tersebut dapat membantu kinerja wasit di lapangan agar dapat mengambil keputusan yang seadil-adilnya, namun rencana tersebut masih di genjot agar dapat terealisasi di November mendatang.

Kini satu lagi terobosan teknologi yang akan di gunakan untuk menghadirkan Piala Dunia yang lebih dinamis dan semarak yakni penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menangkal diskriminasi yang sejauh ini kerap terjadi di dunia maya.

Penggunaan Teknologi AI

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Federasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) rencananya akan menggunakan teknologi untuk mendeteksi dan memblokir penyalahgunaan online yang biasa terjadi akhir-akhir ini.

Dan yang paling diutamakan adalah diskriminasi kepada para pemain selama putaran final Piala Dunia di Qatar dan sekitarnya.

Diketahui mereka telah bekerja sama untuk meluncurkan layanan moderasi, caranya dengan memindai istilah ujaran kebencian yang dikenali dan mencegah pesan yang menyinggung agar tidak terlihat oleh penerima yang dituju dan pengikut mereka.

“Tugas kami adalah melindungi sepak bola, dan itu dimulai dengan para pemain yang membawa begitu banyak kegembiraan dan kebahagiaan bagi kita semua..,” kata Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikutip dari The Guardian, Minggu (19/6/2022).

Pada laporan independen pada hari Sabtu atau bertepatan dengan Hari Internasional PBB untuk Melawan Pidato Kebencian, FIFA dan FIFPro mengungkapkan bahwa tingkat posting diskriminatif di media sosial seputar pertandingan internasional disorot meningkat.

“Sayangnya, ada tren yang berkembang di mana persentase posting di saluran media sosial yang ditujukan kepada pemain, , ofisial pertandingan, dan tim itu sendiri tidak dapat diterima, dan bentuk diskriminasi ini – seperti segala bentuk diskriminasi – tidak memiliki tempat dalam sepak bola,” kata Gianni Infantino.

Teknologi ini Berkelanjutan

Pihak FIFA dan FIFPro mengklaim teknologi ini tidak hanya digunakan saat berlangsungnya putaran final saja, menurut mereka akan ada Piala Dunia Perempuan yang akan berlangsung di tahun 2023 dan teknologi ini akan kembali di pakai.

“Dengan Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dan Piala Dunia Perempuan FIFA dan 2023 di depan mata, FIFA dan FifPro menyadari penting untuk mengambil sikap dan memasukkan apa yang dipantau di media sosial dengan apa yang sudah dipantau di stadion,” jelasnya

“Kami ingin tindakan kami berbicara lebih keras daripada kata-kata kami dan itulah sebabnya kami mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini secara langsung.”

Artificial Intelligence (AI) Mencatat 400.000 Postingan Diskriminatif

Baru diluncurkan, laporan hasil kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) itu telah melacak lebih dari 400.000 posting di platform media sosial selama semifinal dan final Euro 2020.

satu hasilnya, laporan itu menyebut bahwa trio , Jadon Sancho dan Bukayo Saka menjadi sasaran setelah gagal dalam adu penalti di partai final, kemudian ada juga di Piala tahun ini. Terungkap lebih dari setengah pemain yang terlibat mengalami beberapa bentuk diskriminasi.

Sebagian besar pelecehan berasal dari negara asal masing-masing dengan 40% di antaranya homofobia dan 38% rasis. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 90% pemegang akun bertanggung jawab dapat diidentifikasi. Oleh karena itu, tindakan mereka dapat ditingkatkan ke platform media sosial dan polisi.

“Penyalahgunaan online adalah masalah sosial dan sebagai sebuah industri, kami tidak dapat menerima bahwa bentuk pelecehan dan diskriminasi baru ini mempengaruhi begitu banyak orang termasuk pemain kami,” Presiden FifPro David Aganzo.

Di bawah inisiatif, FIFA dan FifPro juga akan memberikan dukungan pendidikan dan saran kesehatan mental kepada para pemain selama turnamen besar.