Flashback Piala Dunia: Cerita Ahn Jung-hwan Jadi Pahlawan Korsel, Berujung Dipecat Akibat Singkirkan Italia

NOBARTV NEWS – Moment Piala Dunia 2002 yang berlangsung perdana di benua Asia, nampaknya akan selalu di kenang mantan pemain Selatan , tampil cukup baik bersama Selatan justru sang pemain harus mendapati hasil mengenaskan setelah ia di pecat dari satu klub Italia.

Adalah Luciano Gaucci, bos salah satu klub Serie-A kala itu () geram betul dengan apa yang dilakukan terhadap negaranya di babak 16 besar Piala Dunia 2002. Tindakan kontrovesial dilakukan sang Presiden klub dengan memecat pemainnya asal Selatan, Ahn Jung-hwan akibat mencetak gol ke gawang Italia kala itu.

Hal tersebut berawal dari pertemuan kedua negara di babak 16 besar , Italia jelas jadi unggulan untuk memenangi laga, namun sayang hasilnya berbeda.

Di luar dugaan Korea Selatan yang bermain cukup solid mampu menyingkirkan sang lawan dan Ahn Jung-hwan jadi aktor antagonis kala itu dengan mencetak gol di babak tambahan waktu yang membuat tim Azzuri tersingkir.

Kisah Pemecatan Ahn Jung-hwan

Ahn gabung dengan status pinjaman selama dua tahun dari klub Korea Daewoo Royals pada musim panas 2000. Dia menjadi pemain kedua asal Asia yang direkrut klub berjuluk Umbria tersebut, setelah Hidetoshi Nakata ().

Namun, Ahn Jung-hwan tidak bermain sebagus Hidetoshi Nakata selama dua musim di Renato Curi. Dia hanya mencetak 5 gol dari 33 penampilannya dan kalah produktif dari Marco , Fabio Liverani, hingga Fabio Grosso.

Meski demikian Ahn Jung-hwan tetap mendapat kepercayaan tampil di Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan. Apalagi saat itu, Korea Selatan bertindak sebagai tuan rumah bersama dengan .

Berita Terkait:  Live Streaming Korea Selatan vs Brazil Laga Ujicoba Persahabatan FIFA Matchday Juni 2022

Korea Selatan kemudian melaju ke babak 16 besar dan berjumpa dengan negara tempat Ahn Jung-hwan meniti karier, yakni Italia. Di awal laga, penalti Ahn Jung-hwan gagal karena mampu di tepis Gianluigi Buffon.

Bahkan, Italia tampaknya akan melenggang ke perempat berkat gol Christian Vieri di menit ke-18. Namun, dua menit jelang pertandingan berakhir, Korea Selatan mampu menyamakan kedudukan berkat gol Seol Ki-hyeon.

Laga akhirnya berlanjut ke perpanjangan waktu setelah di waktu reguler kedua tim berimain imbang 1-1. Di babak perpanjangan waktu ini, banyak kontroversi yang terjadi.

Pemain Italia, Francesco Totti, mendapat kartu merah karena wasit menganggapnya diving. Gol Italia dari Damiano Tommasi dianulir wasit karena offside.

Beberapa menit setelahnya, sundulan Ahn Jung-hwan sukses menjebol gawang Gianluigi Buffon. Italia akhirnya tersingkir karena saat itu masih menggunakan sitem golden goal atau gol emas.

Setelah pertandingan dramatis dan sejumlah pihak menganggap banyak hal kontroversi, keputusan aneh dibuat presiden . Gaucci memutuskan tidak mau menerima Ahn Jung-hwan kembali ke Italia.

Sebenarnya, Perugia sudah memilih opsi untuk mempermanenkan Ahn Jung-hwan sebelum Piala Dunia 2002. Namun Gucci membuang belasan miliar rupiah karena memecat Ahn Jung-hwan.

“Pria itu tidak akan pernah menginjakkan kaki di Perugia lagi,” katanya melansir Gazzetta dello Sport. “Dia adalah fenomena hanya ketika dia bermain melawan Italia,” lanjutnya.

“Saya seorang nasionalis dan saya menganggap perilaku seperti itu tidak hanya sebagai penghinaan terhadap kebanggaan Italia tetapi juga pelanggaran terhadap negara yang dua tahun lalu membuka pintunya baginya,” ungkap Gaucci.

Berita Terkait:  4 Agenda STY Bersama Indonesia Hingga Akhir Tahun 2022

“Saya tidak berniat membayar gaji kepada seseorang yang telah merusak sepak bola Italia,” sambungnya.

Pelatih Korea Selatan Membela

Sementara itu, pelatih Korea Selatan Guus Hiddink menuduh Gaucci bersifat kekanak-kanakan karena memecat Ahn. Padahal pelatih Perugia Serse Cosmi sudah mendesak Presiden untuk mempertimbangkan kembali pemecatan pemain berusia 26 tahun itu.

Cosmi sudah menjelaskan kepada Gaucci bahwa Ahn memiliki potensi sebagai pemain besar. Meski demikian, Gaucci bersekeras dengan keputusannya dan menolak meminta maaf.

“Itu tidak ada hubungannya dengan gol yang dia cetak melawan Italia. Dia bisa mencetak 10 dan saya tidak akan merasa tersinggung,” ungkap Gaucci.

“Itu hanya komentar yang dia buat. Dia mengatakan sepak bola Korea lebih unggul daripada sepak bola Italia, meski Italia adalah negara sepak bola.”

“Kami telah memperlakukannya dengan baik dengan semua cinta kami, tetapi komentarnya menyinggung saya dan seluruh bangsa Italia. Saya merasa tersinggung dengan apa yang dia katakan. Dia harus menghormati bangsa lain dan juga negaranya sendiri,” sambungnya.

FIFA Jadi Penengah

berusaha menjadi penengah. Namun pihak Ahn dan Perugia tetap mempertahankan keyakinan masing-masing.

Perugia sempat mengalah dengan menawari Ahn tiga tahun. Namun Ahn Jung-hwan menolak tawaran yang terlambat itu.

“Dia tidak akan pernah bermain lagi untuk Perugia,” ujar agen Ahn Jung-hwan. “Kami tidak akan pernah mempertimbangkan transfernya ke Perugia, yang memicu pembunuhan karakter terhadap Ahn hanya karena dia mencetak gol melawan Italia,” lanjutnya.

“Ahn Jung-Hwan tidak ingin kembali ke Perugia dan Perugia tidak memiliki hak untuk menuntut dia kembali. Saya mengirim pesan ke Perugia kemarin untuk menyatakan posisi kami. Orang Korea tidak ingin Ahn kembali ke Perugia,” tutupnya.