Banyak Keputusan Tak Masuk Akal, Pelatih Asal Thailand Sebut Piala AFF sebagai Turnamen Terburuk!

Banyak Keputusan Tak Masuk Akal, Pelatih Asal Thailand Sebut Piala AFF sebagai Turnamen Terburuk!

NOBARTV NEWS – Banyak keputusan kontroversial yang diberikan wasit hingga menjelang partai Piala . Hal itu menimbulkan reaksi dari asal Thailand Sasom Pobprasert. Secara blak-blakan, sang mengatakan adalah turnamen terburuk.

Sebagaimana diketahui, beberapa keputusan wasit di ini menjadi perbincangan hangat sampai detik ini. Banyak sekali keputusan wasit yang dianggap kontroversial dan tak masuk akal.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Di fase grup hingga babak semi-final, masih saja ada kesalahan-kesalahan fatal yang diberikan oleh sang pengadil. Beberapa tim pun secara terang-terangan memprotes kinerja wasit setiap kali sesi konferensi pers dilakukan.

Aktor utama dari beberapa keputusan kontroversial tersebut selain wasit adalah Doan Van Hau. Diketahui, bek Vietnam ini beberapa kali melakukan pelanggaran yang luput dari pandangan dan keputusan wasit.

Di fase grup B kemarin, Van Hau menyikut perut pemain Azam Azmi di dalam kotak 12 pas Vietnam. Dari tayangan ulang, Van Hau dengan sangat jelas melakukan pelanggaran namun wasit tetap mengabaikannya.

Berita Terkait:  Live Streaming Myanmar U-19 vs Brunei Darussalam U-19 Laga Pembuka Piala AFF U-19 2022

Berlanjut di babak antara Timnas Indonesia Vs Vietnam, tiga pelanggaran seharusnya membuat wasit mengeluarkan kartu. Di leg pertama, Van Hau melakukan tekel keras kepada Dendy Sulistyawan dan sempat menendang kaki Ricky di penghujung babak kedua. Namun sayang, wasit lagi-lagi mendiamkannya.

Meski sudah berganti wasit, namun pada kenyataannya keputusan kontroversial itu masih saja terjadi. Di leg kedua Vietnam Vs Indonesia, Dendy lagi-lagi menjadi korban. Kali ini, striker Bhayangkara FC itu disikut di dalam kotak penalti lawan. Namun wasit Yusuke Araki diam seribu bahasa.

Keputusan tak masuk akal juga menimpa skuad . Dalam leg pertama antara Vs Thailand, tuan rumah sejatinya sudah mencetak gol lewat sundulan. Namun wasit mengaggap itu sebagai sebuah pelanggaran. Dalam tayangan ulang, pemain Thailand tak mendapatkan sentuhan apapun dari pemain . Jadi, meskipun sang pemain cidera, namun masuknya bola tersebut seharusnya dihitung sebagai gol. Karena cideranya pemain Thailand itu tak disebabkan oleh ulah pemain Malaysia.

Berita Terkait:  Gara-gara Klub Tolak Lepas Pemainnya ke Tim Nasional, Liga Indonesia Terancam Bakal Dievaluasi

Banyaknya keputusan tak masuk akal ini membuat asal Thailand angkat suara. Adalah Sasom Pobprasert, itu menyebut sebagai program terburuk yang pernah ada. Sasom menyorotinya karena banyaknya keputusan kontoversial padahal VAR sudah diberlakukan di satu negara peserta. Seharusnya, sebagai induk sepak bola di Asia Tenggara, AFF sudah menerapkan penggunaan teknologi seperti itu (VAR).

“Piala AFF adalah program (ajang) terburuk. Saya telah melihat negara-negara maju atau turnamen besar atau Liga Thailand sudah menggunakan VAR,” kata Sasom Pobprasert.

“Wasit memiliki banyak penilaian mata yang buruk, bukan hanya dua kali kami tidak mendapatkan penalti, tetapi laga Indonesia dan Vietnam, tim tuan rumah harus mendapatkan penalti,” ujarnya menambahkan.

“Pemain Malaysia berinsiden dengan Doan Van Hao di garis pertahanan Vietnam, di bagian depan area penalti. Bagaimana menjadi tendangan bebas? Apakah ini pertunjukan yang berkembang, atau stagnan?” tutup eks pelatih BEC Tero Sasana dengan sedikit bertanya.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses