Timnas Indonesia

Ketua Komite Pemilihan KLB PSSI Dituding sebagai Otak di Balik Distopnya Liga 2

NOBARTV NEWS – Nama Ketua Komite Pemilihan PSSI Amir Burhanuddin menjadi sorotan. Pasalnya, ia disebut-sebut sebagai otak di balik di-stopnya Liga 2 dan Liga 3 Nasional.

Sebagaimana diketahui, Liga 2 dan Liga 3 Nasional diputuskan berhenti akibat tidak ditemukannya jalan keluar terkait kelanjutannya. Keputusan itu dikeluarkan oleh PSSI setelah melalui rapat bersama para perwakilan pimpinan klub Liga 2. Bahkan, PSSI mengkalim terdapat 20 klub yang meminta liga untuk dihentikan.

“Dalam rapat Exco tersebut (14 Desember) juga memutuskan dan memerintahkan kepada PT. LIB untuk memfasilitasi pembentukan operator baru guna pelaksanaan Liga 2. Untuk Liga 1, kompetisi tersebut akan tetap berjalan dan tanpa ada degradasi. Hal ini karena penyesuaian kompetisi Liga 2 yang tidak berjalan,” rilis hasil rapat Exco yang dipublikasikan pada 12 Januari kemarin.

Akan tetapi, para petinggi klub angkat suara. Beberapa di antaranya mengaku tak pernah menandatangani atau sepakat Liga 2 dihentikan. Bahkan, mereka tak terima karena namanya tercantum dalam daftar klub-klub yang setuju kompetisi untuk dibubarkan.

Hingga pada akhirnya, beberapa klub – termasuk mengadu kepada Menpora RI Zainudin Amali. Setelah melakukan pertemuan dengan sang menteri, akhirnya semuanya sepakat untuk melakukan rapat lainnya terkait kelanjutan kompetisi tersebut. Pertemuan itu dilangsungkan pada Selasa, 24 Januari 2023.

Menariknya, usai melakukan rapat lanjutan tersebut, para petinggi klub angkat suara terkait rencana diberhentikannya kompetisi saat itu. Para petinggi klub tersebut menuding Ketua Komite Pemilihan PSSI Amir Burhanuddin sebagai penyebabnya.

Wakil Ketua (salah satu klub Liga 2) Effendy Syahputra mengaku adanya suap menyuap ketika pertemuan petinggi klub dengan dalam rapat pembahasan nasib Liga 2 pada tanggal 14 Desember tersebut. Suap itu diklaim agar para penerima (suap) setuju dengan dihentikannya Liga 2.

“Memang ada, pembagian itu ada. Saya pastikan itu ada, tapi saya menolak dan saya tidak tahu siapa teman-teman yang menerima. Saya pastikan tawaran itu ada asalkan menandatangani surat itu,” kata Effendy Syahputra.

Mirisnya, meski menolak, namun nama Effendy tersebar sebagai salah satu orang yang setuju kompetisi dihentikan. Setahunya, ia hanya tanda tangan untuk absensi saja. Jadi, besar kemungkinannya tanda tangan miliknya itu dimanipulasi seolah-olah setuju dengan pemberhentian Liga 2.

“Tanda tangannya itu untuk absensi, tapi penulisan nama-namanya itu, itu bukan tulisan kita, itu scan-scan-an aja. Jadi saya kategorikan itu tanda tangan palsu. Saya tidak nuduh siapa-siapa (pelakunya), tapi Amir Burhanuddin (CEO ) juga ada di pertemuan itu,” ujarnya menambahkan.

Manajer Jayapura Yan Permenas Mandenas lebih blak-blakan lagi. Dalam rapat itu, berdasarkan kesaksian sang manajer, ia mengaku terkejut dengan keputusan yang serba tiba-tiba terkait nasib Liga 2 yang dihentikan.

“Nah, opsi itu disampaikan, baru nanti owner dikumpulkan lagi untuk mendengar hasil rapat antara LIB dan PSSI. Tapi tiba-tiba sepihak diputus Liga berhenti. Keputusan itu hanya menguntungkan sejumlah pihak, termasuk orang-orang di PSSI,” kata Yan Parmenas.

Lebih miris lagi, Yan mengaku jika para petinggi ditawari sejumlah uang agar sepakat untuk menandatangani surat persetujuan dihentikannya Liga 2. Momen tersebut terjadi di malam hari.

Yan Parmenas lalu menyebut nama Amir Burhanuddin sebagai otak di balik itu semua. Ia menganggap Amir sebagai sosok yang berinisiatif untuk melakukan tindak buruk tersebut.

“Itu Amir otaknya, dia ketua kelasnya, yang atur lalu lintasnya. Memang ini ada akal-akalan. Saya tidak menuduh, tetapi Ferry memang menugaskan Amir dan Amir melakukan itu bersama timnya,” pungkasnya.

Photo of Lalu Getar

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

19 Comments