Terkait Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Sebut Tak Penuhi Unsur Pasal Pembunuhan

Terkait Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Sebut Tak Penuhi Unsur Pasal Pembunuhan

NOBARTV NEWS Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan jiwa melayang tak masuk dalam pasal pembunuhan. Hal itu disampaikan Sigit dalam rilis pada akhir tahun kemarin.

Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu, terjadi tragedi mengerikan dalam sepanjang sejarah sepak bola dunia. Saat itu, salah satu tim tengah menjamu sang rival di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Seperti layaknya pertandingan antar tim rival, laga ini dibumbui oleh laga panas di dalamnya. Hingga pada akhirnya, Persebaya selaku tim tamu justru mencuri poin penuh setelah menang atas sang tuan rumah 2-3.

Akibat hal itu (kalah dari Persebaya), suporter tuan rumah pun memasuki stadion. Beberapa di antaranya melakukan tindak anarkis. Mereka geram karena tim kesayangannya takluk di kandang sendiri.

Hingga pada akhirnya, aparat kemanan pun mengambil inisiatif dengan menembakkan gas air mata kepada para suporter tersebut. Namun pada faktanya, gas air mata itu tidak hanya mengenai para suporter yang melanggar peraturan, namun suporter yang berdiri di atas tribun pun ikut terkena imbasnya.

Berita Terkait:  Arema FC vs Persebaya Surabaya: Jadwal, H2H, & Prediksi Line Up, BRI Liga 1 Indonesia 2022-23 Pekan Ke-11

Menerima tembakan tersebut, para suporter pun berlarian ke pintu keluar. Sayang sekali, di saat hendak keluar, pintu tak terbuka. Mereka pun saling injak yang pada akhirnya menimbulkan kematian karena kekurangan oksigen. Lebih dari ratusan jiwa melayang akibat tragedi yang kemudian dikenal dengan nama ‘Tragedi Kanjuruhan’ itu.

RI dalam hal ini Polda Jawa Timur sendiri telah memutuskan enam tersangka. Tiga berasal dari unsur dan tiga tersangka lainnya merupakan perangkat pertandingan. Tiga tersangka di luar unsur itu adalah Eks Dirut PT LIB , Media Officer Suko Sutrisno, dan Panpel .

Berbulan-bulan sesudah kejadian tersebut, dalam hal ini Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun memberikan keterangan terbarunya lewat rilis akhir tahun kemarin. Katanya, tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya dalam tragedi tersebut tidak masuk dalam pasal pembunuhan. Karena menurutnya, unsur-unsur pembunuhan tidak ada pada kejadian itu. Hal itu diputuskan Polri setelah melakukan gelar perkara – dan dengan menghadirkan ahli pidana.

Berita Terkait:  Live Streaming Persela vs PSIS Semarang, BRI Liga 1 Pekan 34, Laga Pamitan Persela Lamongan

“Telah dilakukan gelar perkara dengan menghadirkan ahli pidana. Namun, terkait penambahan Pasal 338 dan Pasal 340 itu, berdasarkan keterangan ahli, tidak bisa dipenuhi,” kata Sigit pada 31 Desember kemarin.

“Sehingga kami tentunya menindaklanjuti apa yang menjadi petunjuk dan temuan tersebut. Kami sudah tetapkan enam orang tersangka, lima tersangka sudah dilimpahkan ke JPU, P21. Satu tersangka saat ini sudah pemenuhan berkas perkara. Sebanyak 20 personel saat ini kita proses dugaan pelanggaran kode etik,” tutup jenderal bintang empat itu.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses