Polri Akui Gunakan Gas Air Mata Kadaluarsa Tapi Bantah Korban Meninggal Karena Gas Tersebut!

Polri Akui Gunakan Gas Air Mata Kadaluarsa Tapi Bantah Korban Meninggal Karena Gas Tersebut!

NOBARTV NEWS – Satu minggu telah berlalu sejak yang mengakibatkan 131 korban jiwa melayang. Ratusan korban luka-luka lainnya masih berada dalam rasa trauma yang mendalam. Tak terkecuali dengan beberapa korban – yang ternyata efek gas air mata yang menimpanya masih terasa sampai saat ini.

Sudah jamak ditemukan dalam beberapa hari terakhir ini, sebuah foto yang menampilkan korban dengan mata memerah. Kuat dugaan mata tersebut berwarna merah karena terkena gas air mata yang ditembakkan aparat dalam tragedi tersebut.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Lebih mirisnya lagi, terdapat pendarahan di bagian mata para korban sehingga membuat mata mereka menjadi berwarna merah.

Dan baru-baru ini, melalui Kadiv Humas-nya Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa ternyata – beberapa gas air mata yang ditembakkan dalam tragedi tersebut sudah kadaluarsa. Tak main-main, zat kimia yang ditembakkan itu sudah kadaluarsa sejak dua tahun yang lalu – tepatnya pada tahun 2020.

Namun dari keterangan yang disampaikan oleh Kadiv Humas itu, semakin lama zat kimia dalam kandungan gas air mata itu kadaluarsa, maka efek yang ditimbulkannya akan semakin berkurang. Berbeda halnya dengan makanan yang jika sudah mengalami kadaluarsa.

Berita Terkait:  Madura United vs RANS Nusantara FC: Nobartv Live Streaming & Prediksi Skor, BRI Liga 1 Indonesia 2022-2023 Pekan Ke-17

“Jadi kalau sudah expired justru kadarnya dia berkurang zat kimia, kemudian kemampuannya juga akan menurun,” papar Irjen Dedi Prasetyo dalam sesi di Gedung Mabes , kemarin.

“Kalau makanan ketika kadaluarsa makanan itu ada jamur ada bakteri yang bisa menggangu kesehatan. Kebalikannya dengan zat kimia atau gas air mata ini, ketika dia expired justru kadar kimianya akan berkurang,” tambahnya lagi.

Polri Bantah Kematian Karena Gas Air Mata

Terkait kematian 131 orang dalam tragedi mematikan itu, pihak juga membantah hal itu diakibatkan karena gas air mata yang ditembakkan. Akan tetapi, menurut Dedi, korban meninggal diakibatkan karena berdesakan hingga saling injak kemudian menyebabkan kehabisan oksigen.

“Nanti silakan konfirmasi ke Direktur RS Saiful Anwar. Kebetulan pada saat Senin (3/10) yang lalu saya kan langsung berkunjung ke RS Saiful anwar bersama Pak Wagub (Emil Dardak, kemudian ada Kapolda (Irjen Nico Afinta), kemudian ada beberapa pejabat,” papar Dedi lagi.

Untuk lebih meyakinkan lagi, Dedi bahkan bertemu langsung dengan para dokter spesialis yang menangani para korban. Dari dokter spesialis mata hingga penyakit dalam. Dari keterangan yang kemudian ia terima, tak satupun korban meninggal karena zat kimia yang terdapat pada gas air mata.

Berita Terkait:  Arema FC vs RANS Nusantara FC: Live Streaming & Prediksi Skor, BRI Liga 1 Indonesia 2022-23 Pekan Keenam

“Dari penjelasan para ahli, spesialis yang menangani korban yang meninggal dunia maupun korban-korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit hati, dan juga spesialis penyakit mata menyebutkan tidak satu pun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata.”

“Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen. Terjadi berdesak-desakan, kemudian terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan yang mengakibatkan kekurangan oksigen pada Pintu 13, 11, 14, 3 ( Kanjuruhan),” tutup jenderal bintang dua itu.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses