Jadi Saksi di Tragedi Kanjuruhan, Anggota Exco PSSI Sebut Suporter Kurang Pendidikan, Netizen Auto Geram!

Jadi Saksi di Tragedi Kanjuruhan, Anggota Exco PSSI Sebut Suporter Kurang Pendidikan, Netizen Auto Geram!

NOBARTV NEWS – Kesaksian Exco PSSI Ahmad Riyadh dalam Tragedi Kanjuruhan membuat geram. Pasalnya, usai menjadi saksi dalam tragedi itu, ia menyebut suporter kurang pendidikan dan memiliki fanatisme kental sebagai satu penyebab terjadinya peristiwa mematikan itu.

Sebagaimana diketahui, pada 1 Oktober tahun lalu, sebuah peristiwa memilukan terjadi di kancah sepak bola tanah air. Ratusan jiwa melayang akibat berdesakan dan menghirup gas air mata usai pertandingan yang mempertemukan tuan rumah dengan Surabaya.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Di laga tersebut, menelan kekalahan 2-3 sehingga membuat suporter tuan rumah marah. Mereka memasuki dan beberapa di antaranya melakukan tidak anarkis. Hal itu lalu direspon aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata. Mereka pun berlari untuk menyelamatkan diri. Dalam proses penyelamatan diri itu, mereka saling injak dan menghirup gas air mata.

Akibat hal itu, banyak korban jiwa berjatuhan dan beberapa di antaranya merupakan anak-anak.

Sejauh ini, Kepolisian Polda Jatim telah menetapkan enam tersangka. Tiga perangkat pertandingan dan tiga dari unsur kepolisian.

Berita Terkait:  Live Streaming Persipura vs Madura United, BRI Liga 1 Pekan 26, Mutiara Hitam Terancam Degradasi

Sementara itu, selaku ketua umum PSSI pernah diperiksa sebagai saksi. Namun tidak hanya dirinya saja, kini satu anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh juga mendapatkan panggilan. Ia juga diperiksa sebagai saksi dalam tragedi mematikan itu.

Dalam keterangannya usai diperiksa, Ahmad Riyadh mengungkapkan hal yang membuat suporter tanah air geram khususnya publik sepak bola Malang.

“Melihat sebelumnya itu juga digunakan oleh Arema, bahkan , AFC tingkat Asia juga di sana. Jadi untuk menilai sebuah stadion layak atau tidak, saat itu layak,” kata Ahmad Riyadh di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya beberapa waktu lalu.

Riyadh lalu mencontohkan bagaimana perbedaan sepak bola luar negeri dan di . Katanya, sepak bola luar negeri bagaikan menonton konser. Mereka bisa mengajak anak, saudara, orang tua dengan jaminan keamanan serta keselamatan. Namun di tidak. Kata Riyadh, suporter di kental dengan fanatisme. Tidak hanya itu saja, mereka (suporter) dianggap kurang pendidikan oleh Exco yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Timur ini.

Berita Terkait:  Live Streaming Persipura vs Borneo FC, BRI Liga 1 Pekan 28, Persipura Makin Terpuruk

Hal yang diungkapkan Riyadh itu diunggah oleh akun instagram @malangraya_info.

“Idealnya nonton sepak bola di luar negeri seperti nonton konser, dengan mengajak anaknya. Di kita fanatisme kental, pendidikan kurang, padahal suporter ini bagian klub, klub bagian PSSI, makanya kami merangkul semuanya,” kata Ahmad Riyadh.

Ucapan tersebut membuat suporter – dalam hal ini geram.

“Kalau suporter kurang pendidikan, terus yang menembakkan gas air mata kurang apa?” keluh seorang .

“Ketua Asprov PSSI ini ndak bisa lihat ya? Kalo suporter nggak berpendidikan, Kanjuruhan gak aman, coba dilihat korban #kanjuruhandisaster2 ini paling banyak anak-anak atau orang dewasa?” ketua netizen lainnya setengah bertanya.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses