Dunia Gadget

Comeback! Samsung Galaxy A77 Diperkuat CPU Deca-Core dan GPU Xclipse 940

Samsung Galaxy A77: Kebangkitan Seri A7x dengan CPU Deca-Core dan GPU Flagship

NOBARTV NEWS Samsung – Kembalinya seri Galaxy A7x tampaknya tinggal menunggu waktu. Setelah “menghilang” sejak 2022, lini ini kembali memunculkan tanda-tanda kehidupan melalui bocoran perangkat berkode SM-A776B di Geekbench. Perangkat tersebut diyakini kuat sebagai Samsung Galaxy A77, penerus langsung Galaxy A73 yang dulu cukup populer di Kelas Menengah atas. Bocoran semakin menarik karena data benchmark menunjukkan konfigurasi CPU deca-core yang tidak lazim untuk seri A, serta indikasi penggunaan GPU Xclipse kelas flagship.

Kemunculan data teknis ini memperlihatkan arah strategi baru Samsung untuk segmen mid-range premium. Alih-alih hanya memperkuat sisi kamera atau desain, perusahaan tampaknya lebih berfokus menghadirkan peningkatan signifikan pada performa, terutama grafis. Jika bocoran ini terverifikasi, Galaxy A77 bisa menjadi perangkat yang mengisi gap antara seri Galaxy A5x dan Galaxy S FE, menawarkan Performa Tinggi tanpa harga sekelas flagship.


Kemunculan SM-A776B di Geekbench

Ditemukannya kode perangkat SM-A776B dalam database Geekbench menjadi bukti paling meyakinkan bahwa Samsung sedang menyiapkan perangkat baru dari keluarga A-series. Dalam listing tersebut, perangkat terlihat menjalankan Android 16 dan mengusung RAM 8 GB, sebuah konfigurasi standar kelas menengah atas yang kini mulai menjadi fondasi perangkat di bawah Rp10 juta. Kemunculan listing ini juga menandakan bahwa perangkat sudah memasuki tahap akhir pengembangan.

Selain itu, pola penamaan SM-A776B konsisten dengan perangkat Galaxy A lainnya, seperti Galaxy A56 yang menggunakan kode SM-A566x. Pola penamaan ini memperkuat dugaan bahwa perangkat tersebut benar-benar ditujukan sebagai penerus Galaxy A73, mengingat nomor model yang meningkat hanya pada digit utama. Tanda ini semakin relevan mengingat Samsung sudah hampir tiga tahun tidak meluncurkan penerus untuk lini A7x.

Geekbench sering menjadi tempat pertama munculnya informasi hardware generasi berikutnya. Dalam konteks Galaxy A77, kemunculan data performa CPU dan GPU memberikan gambaran awal mengenai peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, kehadiran motherboard s5e9865 menunjukkan bahwa Samsung menyiapkan platform baru untuk lini A7x.


Konfigurasi CPU Deca-Core yang Tidak Biasa

Salah satu kejutan terbesar dari bocoran ini adalah konfigurasi CPU 10-core (deca-core) yang digunakan pada perangkat yang diduga Galaxy A77. CPU tersebut terbagi menjadi tiga kluster: 3 inti 2,78 GHz, 3 inti 2,30 GHz, dan 4 inti 1,82 GHz. Konfigurasi ini mengingatkan pada desain chipset flagship Exynos, meski dengan clock speed yang sedikit lebih rendah.

Pendekatan deca-core ini menunjukkan bahwa Samsung mencoba memberikan keseimbangan antara Performa Dan Efisiensi daya. Inti berkekuatan tinggi membantu performa saat membuka aplikasi berat dan gaming, sedangkan inti efisiensi menangani tugas harian agar konsumsi daya tetap rendah. Dengan konfigurasi seperti ini, pengguna potensial Galaxy A77 dapat mengharapkan pengalaman multitasking yang lebih halus dibanding perangkat mid-range sebelumnya.

Kehadiran konfigurasi inti yang kompleks ini menandai perubahan besar di segmen menengah Samsung. Jika sebelumnya seri A5x lebih dominan karena Efisiensi Biaya, kini Galaxy A77 berpotensi memberikan lompatan besar pada aspek performa CPU. Hal ini bisa menggeser kembali posisi seri A7x sebagai lini “mid-range premium” yang sempat hilang beberapa tahun terakhir.


GPU Xclipse 940: Kejutan Kelas Flagship

Bocoran paling menarik dari semua data yang muncul adalah dugaan bahwa Galaxy A77 akan menggunakan GPU Xclipse 940, GPU yang sama digunakan pada Exynos 2400 dan Exynos 2400e. Penggunaan GPU ini jelas tidak lazim untuk perangkat mid-range, karena Xclipse dikenal sebagai chipset grafis dengan kapabilitas setara flagship, termasuk dukungan fitur grafis modern seperti ray tracing.

Jika benar menggunakan GPU Xclipse 940, maka Galaxy A77 dapat memberikan performa grafis yang jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya, termasuk perangkat Snapdragon kelas 7 atau Dimensity seri 800. Pengalaman bermain game triple-A Android, rendering visual 3D, hingga aplikasi berat berbasis GPU kemungkinan akan meningkat drastis. Ini dapat menjadi diferensiasi utama yang membedakan Galaxy A77 dari A5x yang lebih mainstream.

Meskipun demikian, performa real-world tetap akan dipengaruhi beberapa faktor lain seperti optimasi perangkat lunak, kualitas sistem pendingin, dan keterbatasan termal akibat bodi tipis. Tetapi dari sisi spesifikasi mentah, GPU ini sudah menjadi indikasi kuat bahwa Samsung ingin menghadirkan kemampuan grafis kelas flagship ke segmen harga yang lebih terjangkau.


Hasil Benchmark: Kenaikan 45% Dibanding Galaxy A56

Skor Geekbench perangkat SM-A776B tercatat pada 1.673 poin single-core dan 5.697 poin multi-core. Angka ini menunjukkan lompatan besar dibanding Exynos 1580 di Galaxy A56, yang memiliki skor multi-core sekitar 45% lebih rendah. Dengan peningkatan sebesar ini, pekerjaan berat seperti editing foto dan video, multitasking, serta komunikasi bisnis akan berjalan jauh lebih cepat dan responsif.

Yang lebih menarik, performa multi-core Galaxy A77 bahkan mendekati Exynos 2400 yang digunakan pada flagship tertentu. Meskipun arsitektur prosesor berbeda dan clock lebih rendah, hasil benchmark mengindikasikan bahwa Galaxy A77 menawarkan performa kelas atas di segmen menengah. Ini membuka peluang bagi perangkat untuk bersaing dengan model flagship lawas yang biasanya masih dijual dengan harga tinggi.

Jika Samsung benar-benar mempertahankan paduan Harga Kompetitif dan performa tinggi, Galaxy A77 berpeluang menjadi salah satu perangkat mid-range paling menarik pada tahun 2026. Skor benchmark ini akan menjadi nilai jual besar bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi tanpa ingin berinvestasi pada perangkat flagship.


Segmentasi Pasar dan Kisah Menghilangnya A7x

Sebelumnya, seri Galaxy A7x sempat dihentikan pasca rilis Galaxy A73 tahun 2022. Banyak analis menyebut bahwa perangkat tersebut gagal menarik perhatian karena peningkatan spesifikasi yang tidak signifikan dibandingkan seri A5x. Apalagi harga Galaxy A73 berada di sekitar Rp 7,7 juta, hanya sedikit lebih murah dari Galaxy S23 FE yang rilis dalam kisaran Rp 8,9 juta. Konsumen akhirnya lebih memilih perangkat yang secara nilai lebih optimal.

Dengan munculnya Galaxy A77, Samsung tampaknya ingin mengembalikan identitas seri A7x sebagai lini kelas menengah premium yang lebih dekat ke flagship. Jika strategi ini benar, maka ponsel ini akan ditempatkan di atas Galaxy A57 namun tetap memberikan value lebih tinggi dari Galaxy S FE. Ini bisa menjadi strategi diferensiasi untuk mengisi ceruk pasar yang sebelumnya kosong.

Samsung memiliki peluang besar untuk memulihkan reputasi seri A7x melalui Galaxy A77, apalagi jika perangkat ini tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga membawa peningkatan pada kamera, baterai, dan fitur-fitur premium lain. Kebangkitan lini ini dapat memperkuat kehadiran Samsung di pasar negara berkembang yang sensitif harga tetapi menuntut performa tinggi.


Prediksi Rilis: Maret 2026 dan Peluncuran Bersamaan Lini Galaxy A

Belum ada informasi resmi mengenai tanggal rilis Galaxy A77. Meski demikian, berdasarkan pola perilisan Samsung dalam beberapa tahun terakhir, seri A terbaru biasanya diperkenalkan pada kuartal pertama. Beberapa bocoran menyebut bahwa Galaxy A57 dan A37 diproyeksikan rilis pada Maret 2026. Jika mengikuti pola tersebut, Galaxy A77 berpeluang besar diperkenalkan bersamaan sebagai model tertinggi dari lini Galaxy A generasi berikutnya.

Kemunculan perangkat ini di Geekbench menandakan bahwa Samsung sudah memasuki tahap pengujian intensif. Setelah Geekbench, biasanya perangkat akan mulai muncul di sertifikasi seperti Bluetooth SIG, TKDN, hingga Federal Communications Commission (FCC). Kemunculan beruntun di berbagai lembaga sertifikasi menjadi indikator kuat bahwa peluncuran sudah dekat.

Mengingat Galaxy A77 akan ditempatkan sebagai seri “premium mid-range”, Samsung kemungkinan akan memberikan perhatian marketing khusus untuk perangkat ini. Ini berarti peluncuran resmi bisa disertai program pre-order, bonus aksesori, atau kampanye besar untuk menekankan kekuatan GPU-nya.


Galaxy A77 Bisa Jadi Penantang Paling Serius di Kelasnya

Galaxy A77 memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu perangkat mid-range premium paling kuat di pasaran, terutama jika dugaan penggunaan GPU Xclipse 940 benar adanya. Dengan performa CPU deca-core, skor benchmark yang mendekati flagship, dan sistem operasi Android 16, perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harga flagship.

Samsung tampaknya menyadari bahwa pasar kelas menengah kini membutuhkan diferensiasi yang lebih tegas. Menghidupkan kembali seri A7x dengan spek agresif adalah langkah yang bisa mengubah dinamika kompetisi di 2026. Galaxy A77 bukan hanya menjadi comeback, melainkan juga bukti bahwa Samsung ingin memperkuat segmen yang sempat terabaikan selama tiga tahun terakhir.


Tabel Ringkasan Poin Penting

Kategori Detail
Identitas Model SM-A776B (Galaxy A77)
RAM 8 GB
Sistem Operasi Android 16
CPU Exynos Deca-Core (3×2.78 GHz + 3×2.30 GHz + 4×1.82 GHz)
GPU (dugaan) Xclipse 940 (level flagship)
Skor Geekbench SC: 1.673 / MC: 5.697
Performa vs Galaxy A56 45% lebih cepat (multi-core)
Motherboard s5e9865
Segmen Pasar Mid-range premium
Perkiraan Rilis Maret 2026
Status Dalam tahap pengembangan, sudah muncul di Geekbench
Tanyakan ke AI Seputar Technology
AI
Halo! Aku bisa bantu menjawab pertanyaanmu seputar topik ini 🙌 Ada yang ingin kamu tanyakan?
☕ Dukung Kami

Dukung Operasional & Pengembangan NobarTV News

Dukungan kamu membantu NobarTV News tetap update, cepat, dan bebas diakses untuk semua pecinta sepak bola.

Traktir via PayPal